Auditoranosaurus-Rex


Float (2): Lost
March 16, 2009, 12:40 pm
Filed under: Story

Aku berdiri didalam kamar mandi merapikan kemeja yg kukenakan dan bersiap berangkat kekantor. Entah aku pingsan berapa hari, tapi saat aku siuman aku sudah berada dikamar. Mungkin tim evakuasi membawaku disaat aku sedang pingsan. Huff, what a life… masa sulit disaat aku merindukan tunanganku, berharap dia kembali dalam keadaan selamat. terkadang aku masih ikut beberapa kapal yang berlayar disekitar tempat kapal yang kami tumpangi tenggelam, menyisir seluruh permukaan laut yang terlihat, masih juga berharap dia ditemukan…

Seems there is no hope, but i just love her so much, even we often fight a lot…

Yeah… we fight a lot…

Aku berjalan menyusuri jalan kecil menuju kantor, angin mulai berhembus kencang, daun-daun pepohonan juga mulai berjatuhan tertiup angin. Hawanya sangat tidak nyaman, membuat badan terasa agak meriang. Teringat dulu waktu kami berjalan ke kantor bersama, dia marah karena aku agak kesiangan… 5 menit dari biasanya, yeah, it was summer, jadi jika kami tidak berangkat agak pagi seperti biasanya suhu akan mulai memanas, dan dia mengomel terus sebelum berangkat, lalu completely silence when we walked, bahkan dia menolak bergandengan tangan. Atau pada waktu kami makan malam aku tanpa bermaksud mengucapkan hal sepele yang mungkin ditelinganya tidak enak didengar, padahal sungguh aku tidak bermaksud apa-apa, dan dia langsung marah, meneteskan air mata berteriak namun ditahan ditenggorokannya, lalu pergi begitu saja meninggalkan meja makan dan aku sendiri terbengong-bengong dan dilihat oleh banyak orang.

Aku menyeberangi jalan setelah sapai di ujung gang. Perjalanan dari tempatku ke kantor kurang lebih 10-15 menit. olahraga pada pagi hari kurasa, karena kerjaku hanya duduk saja dan aku juga mulai jarang berolahraga. Kulihat ada siswi SMA yang berada tidak jauh dengan tempat tinggalku berjalan menuju sekolahnya sambil melihat HPnya, tangannya sibuk mengetik sesuatu dan dia tersenyum. Hm, dapat sms dari pacarnya mungkin, ha3… aku teringat dulu waktu aku dan tunanganku bertengkar karena aku mendapati sebuah… tidak, mungkin beberapa sms dari orang yang tidak kukenal di HPnya, dan kami bertengkar hampir tiap hari. Sungguh, aku sangat marah pada waktu itu, kalau hanya sms biasa mungkin aku juga bersikap biasa, namun dalam sms itu aku membaca kata sayang. dan dia menolak untuk menjelaskan semuanya dan malah membaliknya, dia marah kepadaku karena aku tidak mempercayainya… hm, masalah itu sudah sangat lama, dan kami baik-baik saja setelah itu, dan aku memutuskan untuk percaya padanya.

Gedung kantor mulai terlihat dari kejauhan, pagi ini matahari sepertinya agak enggan bersinar, tertutup oleh mendung dan daun pepohonan yang rimbun. Pertengkaran terakhir kami beberapa saat setelah kami naik kapal. disaat aku sedang sibuk bertemu dengan seorang klien yang kebetulan berada didalam kapal, sepertinya ada seorang lelaki yang mendekatinya. Namanya Daniel or something like that i guess. Mereka sepertinya tampak akrab. Dan disaat aku sedang mengobrol dengan klienku di bar, aku melihat di kejauhan diluar jendela, mereka bercanda dan tertawa, dan aku sangat marah, ya, aku sangat cemburu. Tapi kemudian aku menenangkan diriku sendiri, meyakinkan bahwa aku percaya tunanganku, percaya bahwa dia mencintaiku seperti aku mencintainya dan tidak akan melirik orang lain karena hanya aku dihatinya… lagipula lelaki itu tidak lebih tinggi dariku, tidak lebih tampan dariku, atau setidaknya itu menurutku, hanya untuk meredam amarah.  Menit berikutnya kapal berguncang keras, aku terhuyung dari tempat dudukku, sementara klienku terjatuh, aku melihat kearah luar, sekilas aku melihat tunanganku memegang erat lelaki tadi dan dia juga memegang tunanganku, atau mungkin lebh tepatnya memeluk aku tidak begitu ingat. aku berusaha berlari mendekatinya namun saat itu suasana kacau, orang-orang juga panik berhamburan keluar, sementara kapal berguncang lagi, kali ini agak miring, dan aku terjungkal kesamping berusaha meraih sesuatu untuk dipegang… dan aku tidak begitu ingat lagi… yang jelas suasana sangat kacau pada waktu itu, dan aku hanya berpegangan pada pecahan kayu, kebingungan mencari dimana tunanganku berada, lalu kemudian aku menemukan sebuah rakit yang sepertinya dibuat darurat, ikatannya kurang rapi, pasti sudah ditinggalkan oleh orang-orang yang sudah dievakuasi terlebih dahulu. dan kemudian aku masih terus mencari, menolak untuk dievakuasi sebelum tunanganku ditemukan, sampai aku tidak sadarkan diri…

Aku duduk di meja kerja tunanganku, bersih, ada yang menaruh beberapa bunga di vas dan ditaruh di sudut mejanya. Ya, kami bekerja sekantor dan ruangan kami hanya terpisah beberapa ruangan, dan terletak pada lantai yang sama. kulihat disekitar teman-temanku sudah sibuk tenggelam dengan kerjaannya, yah beginilah kalau berteman dengan workaholic, disaat kerja dunianya hanya mengenal komputer dan dibatasi oleh sekat pemisah antar meja. aku menghela nafas panjang, melihat fotoku dan tunanganku yang dia bingkai dan ditaruh disudut mejanya, yang sekarang berada didekat vas bunga, oh… i miss her so much.

Tiba-tiba telepon berdering, kepala bagian tunanganku yang kebetulan berada didekat telepon mengangkat, sejenak raut mukanya serius, lalu berubah seperti terkejut dengan sedikit kelegaan. Lalu menutup telponnya dan memberitahukan kepada teman seruangan bahwa akhirnya tim evakuasi menemukan tunanganku, dan teman-teman seruangan segera mengikuti kepala bagian menuju ke pelabuhan sepertinya. sementara aku mengucapkan syukur, mencium foto tunanganku dan segera berlari menyusul mereka menuju pelabuhan.

[to be continued]


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.